PROSES PEMBUATAN KERUPUK KULIT (RAMBAK)

PROSES PEMBUATAN KERUPUK KULIT (RAMBAK)

PRODUK MATANG, 08 Februari 2022

Facebook Google+ Twitter

Kerupuk kulit (rambak) adalah produk olahan dari kulit sapi yang banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya yang gurih dan renyah. Tahapan pembuatan kerupuk kulit (rambak) adalah memilih kulit sapi. Kulit yang diolah pun berasal dari kulit sapi sehat bukan sapi yang sakit serta kulit yang bersih dan tidak busuk. Dilakukan penimbangan berat. Kulit mentah tersebut diiris menjadi empat bagian. Membersihkan sisa kotoran yang masih menempel dengan air bersih mengalir. Jika kulit berasal dari kulit awetan atau kulit kering maka dilakukan perendaman selama 24 jam agar menghasilkan kulit kering menjadi basah dan segar.

Tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah pengapuran (liming) tujuannya yaitu untuk menghilangkan globular protein, perontokan bulu, supaya kulit membengkak, lapisan epidermis dan bulu mudah dihilangkan. Direndam dalam lauran kapur tohot (Ca(OH)2 dengan komposisi 1 kg kulit banding 0,4 kg kapur dalam 5 liter air. Lama pengapuran selama 96 jam (4 hari). Proses pembuangan kapur (deliming) dengan mencuci kulit dengan air bersih yang mengalir supaya sisa kapur hilang. Lalu dilakukan pengerokan bulu namun sebelumnya kulit direbus sekitar 15 menit hingga bulu dan kulit luar mudah dikelupas. Dikerok dengan pisau tumpul sampai bersih tidak ada bulu sama sekali. Dipotong-potong segi empat kurang lebih 10 cm.

Setelah dipotong selanjutnya adalah perebusan (boiling) pada suhu 90°C selama kurang lebih 2 jam. Ciri-ciri kulit tersebut telah matang adalah saat ditusuk dengan lidi tembus. Setelah direbus lalu didinginkan dan dilakukan pembersihan serta pengambilan daging yang masih melekat di kulit. Potong kulit menjadi ukuran kecil-kecil sekitar 3 x 2 cm. Rendam kulit di dalam bumbu, terdiri dari bawang, garam dan air secukupnya hingga 1 jam. Kemudian kulit dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering (2-3 hari), jika tidak benar-benar kering akan membuat kerupuk mudah hancur saat digoreng.

Proses penggorengan ini terdiri dari 2 tahap, tahap 1 dengan minyak yang tidak terlalu panas suhu 80°C selama 30 detik dan proses ini membutuhkan keterampilan karena menentukan kerupuk akan mengembang dan renyah. Pengorengan tahap 2 dengan dimasukkan ke dalam minyak panas (160-180°C) sampai mengembang dengan sempurna. Tahap terakhir yaitu dilakukan pengemasan kerupuk agar kerupuk dapat lebih awet. Wadah atau kemasan harus bersifat non toksi dan dapat melindungi produk dari kontaminasi mikroba dan kotoran, melindungi kandungan kadar air, lemak serta kedap udara.